Alumni SMA Budi Mulia angkatan 1988 ________ Jl. Mangga Besar 135 – JAKARTA

Masukan dari September 2008

Kunjungan ke rumah Ibu Louise Pardede

16 September 2008 · 1 Komentar

Hallo teman-teman,

Saya mau berbagi cerita nih mengenai kunjungan ke rumah Bu Louise Pardede hari Sabtu kemaren tgl 13 September 2008. Kali ini wakil dari para alumni BM88 adalah Li Chiang dan Nur Welly.

Sekitar jam 3.10 siang kami berangkat dari rumah Nur Welly menuju rumah Ibu Louise di Pademangan Jakarta Pusat. Perjalanan ke Pademangan sangat lancar berhubung ini adalah daerah kekuasaan Nur sejak kecil sehingga Nur tahu persis jalan mana yang harus dilalui. Tanpa nyasar kita langsung tiba di rumah Bu Louise kurang dari 10 menit. Luar biasa!

Rumah no. 67 pun segera kami temukan. Tampak Pak Pardede sedang sibuk berbenah di depan rumah dan kami dipersilahkan masuk. Bu Louise rupanya sedang sibuk dibelakang. Ketika Bu Louise memasuki ruang tamu, tampak wajah beliau 20 tahun yang lalu. Masih seperti dulu. Teman-teman bisa melihat beliau pada foto yang kami lampirkan.

Bu Louise kemudian bercerita bahwa beliau sudah mengajar sejak tahun 1969. Wow… kita baru dilahirkan tetapi beliau sudah mengajar kimia! Jadi sempat pensiun sekitar tahun 2001 – 2002 sebelum dipanggil lagi oleh Bruder Alex untuk mengajar kembali di BM Mangga Besar. Menurut beliau, ada beberapa guru lain juga yang sudah pensiun tetapi dipanggil kembali untuk mengajar, seperti Pak Benny dan Pak Herman.

Saat ini BM sudah maju. Pengisian nilai ulangan bahkan rapor dilakukan lewat internet. Para siswa/siswi dapat memantau sendiri hasil ulangan dan rapor lewat internet. Jumlah kelas pun lumayan banyak. Disetiap tingkatan SMA terdiri dari 7 kelas (bayangkan kita dulu hanya 4 kelas). 7 kelas itu terdiri dari 3 kelas IPA dan 4 kelas IPS. Mungkin karena banyaknya kelas SMA, maka di tiap tingkatan ada 1 guru BP khusus. Pak Alex Moa yang dulu mengajar kita seni musik, saat ini menjadi salah satu guru BP tersebut.

Seru sekali bila mendengarkan Bu Louise cerita. Pada kesempatan ini beliau juga menunjukkan foto keluarga dimana terlihat pula ketiga anak beserta mantunya. Anak pertamanya Betty saat ini telah menjadi dokter di Jambi. Menurut Nur Welly, Fera dan Ika juga kenal Betty sebab mereka semua sempat satu sekolah. Bahkan Fera sudah titip salam untuk Betty lewat Nur dan Bu Louise. Anak kedua bernama Lina dan saat ini tinggal bersama dengan suami di daerah Cengkareng. Anak ketiga beliau seorang putra bernama Paulus. Paulus ini lulusan ekonomi dan Bu Louise titip pesan bila ada lowongan diantara para alumni, boleh sekiranya dipanggil untuk diwawancara.

Atas nama teman-teman, kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Louise yang dulu telah mengajar kimia sewaktu kita di SMA. Paling tidak kita pernah menjadi murid beliau sewaktu di kelas 1. Kegembiraan terpancar dari wajah beliau. Beliau merasakan murid-murid yang pernah beliau ajar ternyata masih mengingat dan peduli dengan beliau. Bu Louise mengucapkan terima kasih banyak kepada kita semua.

Demikian teman-teman sekelumit cerita kunjungan ke rumah Ibu Louise. Ketika kami tanyakan apa rahasia beliau untuk tetap awet muda dan energik, beliau katakan bahwa beliau selalu menyempatkan diri membaca (itulah kegiatan beliau di belakang rumah ketika kami datang tadi, yaitu membaca buku kimia!), mengoreksi hasil ulangan dan ujian, memiliki kesibukan mengurus rumah dan tidak pernah duduk termenung. Hmm… boleh nih kita selalu menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan.

Dan sebagai penutup, ketika saya ceritakan mengenai kunjungan ke tempat Bu Louise, hampir selalu ditanyakan apakah jari-jari tangan Bu Louise masih dipenuhi oleh berbagai cincin.. Hehe… rupanya Bu Louise punya trademark tersendiri di BM. Jawabannya bisa teman-teman lihat pada foto terlampir.

Salam,

Li Chiang

Li Chiang dan Bu Louise

Nur Welly dan Bu Louise

Kategori: Guru Kita sekarang

Karawaci 7 Sep 2008

8 September 2008 · & Komentar

Minggu, 7 Sep 2008

Foto2 tadi siang di PrimaFera Rudy Djohan eh salah….Primavera Eurocafe & Pancake Lippo Karawaci

Foto di myKefir

Rgds
Nur Welly

Kategori: Kegiatan Alumni

Ibu Lucia, Ibu Sri, Ibu Meidiana

3 September 2008 · & Komentar

Selasa, 2 Sept 2008

Dear all,

Siang ini kami berempat (Amen, Tekhian, Fera, n me) mengunjungi rumah tiga mantan guru kita, yaitu bu Luci (B.Indonesia/ PMP), bu Sri Sumarti (Matematika utk A1/A2) dan ibu Meidiana (OR). Semuanya merasa senang dikunjungi kami dan terlihat dari ekspresi wajah mereka, terutama sekali Ibu Sri, karena beliau sudah pensiun sejak lama.

Jam 1 lewat kami tiba di rumah ibu Luci, setelah sempat nyasar di antara gang2 sempit di daerah Joglo/Meruya. Rupanya waktu tahun 2000 rumah yang beliau dulu tempati ditukar dengan rumah yang sekarang, karena daerah tempat itu sekarang dibangun perumahan Puri Botanical Garden, Joglo, sehingga rumahnya sekarang tergusur ke samping perumahan tersebut. Putra ibu Luci kuliah di Binus jurusan Teknik Industri,sedangkan putrinya kuliah di ITI Serpong jurusan Teknik Kimia. Cerita pindah ke kenakalan anak sma bm, ibu Luci cerita pernah ada anak yang memanjat pagar RS Husada untuk berusaha masuk lewat kantin SMP, dan akhirnya kepergok oleh satpam RS dan dibawa ke sekolah. Pagi hari beliau berangkat mengajar jam 6 pagi dibonceng motor sampai ke Tanah Abang, dan melanjutkan perjalanan dengan mikrolet sampai Olimo, kemudian lanjut lagi hingga ke Budi Mulia. Beliau mengucapkan terima kasih atas perhatian rekan2 semua.

Dari rumah ibu Luci kami pindah tempat ke rumah ibu Sri. Jaraknya tidak jauh dari rumah ibu Luci, oleh karena itu pula Ibu Luci masih sering bertemu ibu Sri, terutama dalam acara doa lingkungan ataupun arisan. Walaupun tidak pernah diajar oleh ibu Sri (kecuali Fera), kami disambut hangat sekali, dan beliau sangat senang dikunjungi karena ada yang masih ingat dan memperhatikan beliau, katanya Setelah pensiun kegiatannya tidak banyak lagi, lebih pada kegiatan rohani dan gereja saja. Bila melihat anak2 SMA dengan seragam putih abu2, beliau masih suka kangen untuk mengajar. Walaupun pelajaran matematika sekarang dan dulu berbeda, tapi beliau masih bersemangat untuk mengajar keponakannya bila ditanya. Rumah beliau asri, karena terlindung pohon2, namun bila hujan deras, banjir setahun 2 atau 3 x masih dialami. Sama dengan ibu Luci beliau juga menyampaikan terima kasih atas perhatian kita semua.

Dari Joglo, kami berpindah ke Bojong, Cengkareng. Bagi yang tahu daerah Bojong, di sinilah langganan banjir bila musim hujan tiba. Begitu juga rumah ibu Meidiana yang terletak di dalam perumahan Bojong Indah. Semestinya ibu Diana sudah pensiun, tapi diminta oleh Bruder untuk terus mengajar selama 1-2 tahun lagi, beliau tidak dapat menolak. Sampai akhir Maret yang lalu, sewaktu suami beliau meninggal, beliau terpaksa melepaskannya karena harus menggantikan almarhum suami yg selama ini di rumah menjadi MC alias “momong cucu”, begitu cerita ibu Diana. Putra pertama dan kedua yang kembar kuliah di Univ. Pancasila, kemudian putra yg ke-3 sudah berkeluarga, dan tinggal bersama ibu Diana, dan putri bungsu sudah bekerja juga di Itjen Perhubungan. Beliau menceritakan juga almarhum suami yang dulu adalah pelaut, dan di ruang tamu ada lukisan besar menggambarkan kapal Tampomas yang pernah dinaiki juga oleh sang suami. Karena ibu Diana adalah mantan guru olahraga, beliau tidak bisa tinggal diam, selalu ada saja yg dikerjakan; dan setiap pagi masih rajin berolahraga jalan pagi. Bahkan jalanan depan rumah beliau sampai tetangganya juga disapunya demi gerak badan katanya. Kebetulan ada alumnus BM juga yg tinggal bersebelahan dengan rumah ibu Diana. Nah cerita lucu juga, tetangganya ini ragu2 saat mau menegur ibu Diana, dan suatu saat berpapasan akhirnya memberanikan diri menegur, dan mengatakan takut salah orang. Ibu Diana bilang tidak mungkin salah, lihat di bawah hidung saja. Di situ ada tahi lalat, ciri khas ibu Diana dari dulu agar bisa langsung dikenali oleh mantan siswa/i nya. Pesan ibu Diana adalah jangan sampai kita tidak punya kegiatan apa2 terutama bagi rekan2 yang wanita (karena beliau kan guru OR murid wanita) agar tidak cepat pikun bila sudah tua nanti. Lebaran nanti, ibu Meidiana rencananya ‘pulang kampung halaman’ ke Lampung. Beliau juga menyampaikan terima kasih dan semoga Tuhan memberkati kita semua.

Nah, bagaimana wajah para mantan guru kita itu? Silakan lihat sendiri, awet muda kan?

Salam,

Paula

Amen, Fera, Ibu Lucia, Tekhian
Amen, Tekhian, Ibu Sri, Fera, Paula
Amen, Paula, Ibu Meidiana, Fera, Tekhian

Kategori: Guru Kita sekarang