Hallo teman-teman,
Saya mau berbagi cerita nih mengenai kunjungan ke rumah Bu Louise Pardede hari Sabtu kemaren tgl 13 September 2008. Kali ini wakil dari para alumni BM88 adalah Li Chiang dan Nur Welly.
Sekitar jam 3.10 siang kami berangkat dari rumah Nur Welly menuju rumah Ibu Louise di Pademangan Jakarta Pusat. Perjalanan ke Pademangan sangat lancar berhubung ini adalah daerah kekuasaan Nur sejak kecil sehingga Nur tahu persis jalan mana yang harus dilalui. Tanpa nyasar kita langsung tiba di rumah Bu Louise kurang dari 10 menit. Luar biasa!
Rumah no. 67 pun segera kami temukan. Tampak Pak Pardede sedang sibuk berbenah di depan rumah dan kami dipersilahkan masuk. Bu Louise rupanya sedang sibuk dibelakang. Ketika Bu Louise memasuki ruang tamu, tampak wajah beliau 20 tahun yang lalu. Masih seperti dulu. Teman-teman bisa melihat beliau pada foto yang kami lampirkan.
Bu Louise kemudian bercerita bahwa beliau sudah mengajar sejak tahun 1969. Wow… kita baru dilahirkan tetapi beliau sudah mengajar kimia! Jadi sempat pensiun sekitar tahun 2001 – 2002 sebelum dipanggil lagi oleh Bruder Alex untuk mengajar kembali di BM Mangga Besar. Menurut beliau, ada beberapa guru lain juga yang sudah pensiun tetapi dipanggil kembali untuk mengajar, seperti Pak Benny dan Pak Herman.
Saat ini BM sudah maju. Pengisian nilai ulangan bahkan rapor dilakukan lewat internet. Para siswa/siswi dapat memantau sendiri hasil ulangan dan rapor lewat internet. Jumlah kelas pun lumayan banyak. Disetiap tingkatan SMA terdiri dari 7 kelas (bayangkan kita dulu hanya 4 kelas). 7 kelas itu terdiri dari 3 kelas IPA dan 4 kelas IPS. Mungkin karena banyaknya kelas SMA, maka di tiap tingkatan ada 1 guru BP khusus. Pak Alex Moa yang dulu mengajar kita seni musik, saat ini menjadi salah satu guru BP tersebut.
Seru sekali bila mendengarkan Bu Louise cerita. Pada kesempatan ini beliau juga menunjukkan foto keluarga dimana terlihat pula ketiga anak beserta mantunya. Anak pertamanya Betty saat ini telah menjadi dokter di Jambi. Menurut Nur Welly, Fera dan Ika juga kenal Betty sebab mereka semua sempat satu sekolah. Bahkan Fera sudah titip salam untuk Betty lewat Nur dan Bu Louise. Anak kedua bernama Lina dan saat ini tinggal bersama dengan suami di daerah Cengkareng. Anak ketiga beliau seorang putra bernama Paulus. Paulus ini lulusan ekonomi dan Bu Louise titip pesan bila ada lowongan diantara para alumni, boleh sekiranya dipanggil untuk diwawancara.
Atas nama teman-teman, kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Louise yang dulu telah mengajar kimia sewaktu kita di SMA. Paling tidak kita pernah menjadi murid beliau sewaktu di kelas 1. Kegembiraan terpancar dari wajah beliau. Beliau merasakan murid-murid yang pernah beliau ajar ternyata masih mengingat dan peduli dengan beliau. Bu Louise mengucapkan terima kasih banyak kepada kita semua.
Demikian teman-teman sekelumit cerita kunjungan ke rumah Ibu Louise. Ketika kami tanyakan apa rahasia beliau untuk tetap awet muda dan energik, beliau katakan bahwa beliau selalu menyempatkan diri membaca (itulah kegiatan beliau di belakang rumah ketika kami datang tadi, yaitu membaca buku kimia!), mengoreksi hasil ulangan dan ujian, memiliki kesibukan mengurus rumah dan tidak pernah duduk termenung. Hmm… boleh nih kita selalu menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan.
Dan sebagai penutup, ketika saya ceritakan mengenai kunjungan ke tempat Bu Louise, hampir selalu ditanyakan apakah jari-jari tangan Bu Louise masih dipenuhi oleh berbagai cincin.. Hehe… rupanya Bu Louise punya trademark tersendiri di BM. Jawabannya bisa teman-teman lihat pada foto terlampir.
Salam,
Li Chiang
Li Chiang dan Bu Louise
Nur Welly dan Bu Louise








